Proyeksi Penduduk 2000-2025
  • Indonesia
  • English
Jumlah penduduk hari ini  .:. Indonesia = 245,743,240 .:. Nanggroe Aceh Darussalam = 4,159,941 .:. Sumatera Utara = 13,831,879 .:. Sumatera Barat = 4,672,985 .:. Riau = 8,783,600 .:. Jambi = 3,130,941 .:. Sumatera Selatan = 7,770,755 .:. Bengkulu = 1,933,821 .:. Lampung = 8,306,935 .:. Kep. Bangka Belitung = 1,107,111 .:. DKI Jakarta = 9,147,500 .:. Jawa Barat = 45,603,550 .:. Jawa Tengah = 32,829,645 .:. DI Yogyakarta = 3,562,268 .:. Jawa Timur = 36,770,251 .:. Banten = 11,936,128 .:. Bali = 3,767,464 .:. Nusa Tenggara Barat = 4,995,808 .:. Nusa Tenggara Timur = 4,658,080 .:. Kalimantan Barat = 5,093,519 .:. Kalimantan Tengah = 2,714,258 .:. Kalimantan Selatan = 3,732,359 .:. Kalimantan Timur = 3,533,998 .:. Sulawesi Utara = 2,386,484 .:. Sulawesi Tengah = 2,851,331 .:. Sulawesi Selatan = 9,331,357 .:. Sulawesi Tenggara = 2,613,655 .:. Gorontalo = 933,258 .:. Maluku = 1,463,431 .:. Maluku Utara = 1,039,349 .:. Papua = 3,079,578
Friday, 31 October 2014
 
 
1.1 Latar Belakang Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
1.1.      Latar Belakang

Para pemakai data kependudukan, khususnya para perencana, pengambil kebijaksanaan, dan peneliti sangat membutuhkan data penduduk yang berkesinambungan dari tahun ke tahun. Padahal sumber data penduduk yang tersedia hanya secara periodik, yaitu Sensus Penduduk (SP) pada tahun-tahun yang berakhiran dengan angka 0 (nol) dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) pada pertengahan dua sensus atau tahun-tahun yang berakhiran dengan angka 5 (lima). Sumber data kependudukan lain yaitu registrasi penduduk masih belum sempurna cakupan pencatatannya sehingga datanya belum dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan nasional.

Seperti diketahui bahwa hampir semua rencana pembangunan perlu ditunjang dengan data jumlah penduduk, persebaran dan susunannya menurut umur penduduk yang relevan dengan rencana tersebut. Data yang diperlukan tidak hanya menyangkut keadaan pada waktu rencana itu disusun, tetapi juga informasi masa lampau dan yang lebih penting lagi adalah informasi perkiraan pada waktu yang akan datang. Data penduduk pada waktu yang lalu dan waktu kini sudah dapat diperoleh dari hasil-hasil survei dan sensus, sedangkan untuk memenuhi kebutuhan data penduduk pada masa yang akan datang perlu dibuat proyeksi penduduk yaitu perkiraan jumlah penduduk dan komposisinya di masa mendatang.

Proyeksi penduduk bukan merupakan ramalan jumlah penduduk tetapi suatu perhitungan ilmiah yang didasarkan pada asumsi dari komponen-komponen laju pertumbuhan penduduk, yaitu kelahiran, kematian dan perpindahan (migrasi). Ketiga komponen inilah yang menentukan besarnya jumlah penduduk dan struktur umur penduduk di masa yang akan datang. Untuk menentukan asumsi dari tingkat perkembangan kelahiran, kematian dan perpindahan di masa yang akan datang diperlukan data yang menggambarkan tren di masa lampau hingga saat ini, faktor-faktor yang mempengaruhi masing-masing komponen itu, dan hubungan antara satu  komponen dengan yang lain serta target yang akan dicapai atau diharapkan pada masa yang akan datang.

Badan Pusat Statistik (BPS) sudah beberapa kali membuat proyeksi penduduk berdasarkan data hasil Sensus Penduduk (SP) 1971, 1980, 1990, 2000 dan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 1985 dan 1995. Proyeksi penduduk yang terakhir dibuat adalah proyeksi penduduk berdasarkan hasil SP2000 yang lalu. Proyeksi penduduk berdasarkan SP2000 hanya mencakup periode 2000 - 2010. Untuk keperluan Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang diperlukan data jumlah penduduk sampai dengan tahun 2025. Oleh karena itu, perlu dipersiapkan proyeksi penduduk dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2025. Data dasar perhitungan proyeksi ini adalah data SP2000.

Proyeksi penduduk Indonesia menurut umur, jenis kelamin dan provinsi yang disajikan dalam publikasi ini merupakan angka final dan mencakup kurun waktu dua puluh lima tahun, mulai tahun 2000 sampai dengan 2025. Pembuatan proyeksi dengan kurun waktu yang panjang ini dimaksudkan agar hasilnya dapat digunakan untuk berbagai keperluan terutama untuk perencanaan jangka panjang. Data yang dipakai untuk perhitungan proyeksi ini terutama berdasarkan hasil SP2000. Selain itu untuk menunjang dan membuat tren masa lalu, serta untuk menentukan asumsi-asumsi yang dibutuhkan, perhitungan proyeksi ini juga menggunakan data hasil-hasil sensus penduduk sebelumnya dan hasil survei kependudukan lainnya. Dengan terbitnya publikasi ini maka proyeksi-proyeksi sebelumnya yang masih mempunyai tahun rujukan yang sama dengan publikasi ini dinyatakan tidak berlaku lagi.


 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
 
Top! Top!