Proyeksi Penduduk 2000-2025
  • Indonesia
  • English
Jumlah penduduk hari ini  .:. Indonesia = 244,273,721 .:. Nanggroe Aceh Darussalam = 4,154,775 .:. Sumatera Utara = 13,758,382 .:. Sumatera Barat = 4,656,545 .:. Riau = 8,616,736 .:. Jambi = 3,104,161 .:. Sumatera Selatan = 7,714,810 .:. Bengkulu = 1,916,022 .:. Lampung = 8,250,767 .:. Kep. Bangka Belitung = 1,099,577 .:. DKI Jakarta = 9,129,943 .:. Jawa Barat = 45,229,490 .:. Jawa Tengah = 32,787,393 .:. DI Yogyakarta = 3,547,737 .:. Jawa Timur = 36,714,092 .:. Banten = 11,775,756 .:. Bali = 3,747,149 .:. Nusa Tenggara Barat = 4,959,889 .:. Nusa Tenggara Timur = 4,628,675 .:. Kalimantan Barat = 5,054,404 .:. Kalimantan Tengah = 2,680,212 .:. Kalimantan Selatan = 3,704,324 .:. Kalimantan Timur = 3,491,428 .:. Sulawesi Utara = 2,373,314 .:. Sulawesi Tengah = 2,825,269 .:. Sulawesi Selatan = 9,309,935 .:. Sulawesi Tenggara = 2,582,622 .:. Gorontalo = 930,040 .:. Maluku = 1,451,604 .:. Maluku Utara = 1,029,601 .:. Papua = 3,047,789
Home
Tuesday, 22 April 2014
 
 
2.4 Penentuan Asumsi Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
Index Artikel
2.4.1. Asumsi Fertilitas
2.4.2. Asumsi Mortalitas
2.4.3. Asumsi Migrasi
Tabel 2.4. Migrasi Neto Laki-laki Umur 0-39
Tabel 2.4. Migrasi Neto Laki-laki Umur (40-75 )
Tabel 2.4. Migrasi Neto Perempuan Umur (0-39)
Tabel 2.4. Migrasi Neto Perempuan Umur (40-75 )
2.4.4. Urbanisasi
2.4.4. Urbanisasi

Penghitungan proyeksi penduduk daerah perkotaan menggunakan rumus Urban Rural Growth Difference (URGD), yaitu proyeksi penduduk perkotaan berdasarkan perbedaan laju pertumbuhan penduduk daerah perkotaan dan perdesaan.

Penentuan asumsi URGD untuk provinsi dikelompokkan menjadi tiga:

URGD Tinggi, untuk provinsi yang perbedaan laju pertumbuhan antara penduduk daerah perkotaan dan daerah perdesaan (URGD) lebih dari 30 persen. Untuk kelompok provinsi dengan URGD tinggi diasumsikan terjadi penurunan URGD sebesar 10 persen setiap 5 tahun. Provinsi-provinsi yang termasuk dalam kelompok ini adalah: Nanggroe Aceh Darussalam, Riau, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,  Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara dan Gorontalo.

URGD Sedang, untuk provinsi yang perbedaan laju pertumbuhan penduduk daerah perkotaan dan daerah perdesaan (URGD) antara 20-30 persen. Untuk kelompok provinsi dengan URGD sedang diasumsikan terjadi penurunan URGD sebesar 7 persen setiap 5 tahun. Provinsi-provinsi yang termasuk dalam kelompok ini adalah: Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.

URGD Rendah, untuk provinsi yang perbedaan laju pertumbuhan penduduk daerah perkotaan dan daerah perdesaan (URGD) di bawah  20 persen. Untuk kelompok provinsi dengan URGD rendah diasumsikan terjadi kenaikan URGD sebesar 5% setiap 5 tahun. Provinsi-provinsi yang termasuk dalam kelompok ini adalah: Sumatera Utara, DKI Jakarta, Kalimantan Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Maluku, Maluku Utara dan Papua.

Rumus penghitungan penduduk daerah perkotaan dengan metode URGD adalah:

                                             T'+  dR

                  U'    =  ---------------------------   X    U

                                              T

dimana:
U' = Jumlah penduduk daerah perkotaan tahun t + 1
U  =  Jumlah penduduk daerah perkotaan tahun t
R  =  Jumlah penduduk daerah perdesaan tahun t
d  =  Perbedaan laju pertumbuhan penduduk daerah perkotaan dan perdesaan
T' =  Jumlah penduduk total tahun t + 1
T  =  Jumlah penduduk total tahun t

 

Tabel 2.6 Perbedaan Laju Pertumbuhan Penduduk Daerah Perkotaan dan Perdesaan (URGD) per Provinsi, 2000-2025

Propinsi 2000-2005 2005-2010 2010-2015 2015-2020 2020-2025
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
11. NANGGROE ACEH DARUSSALAM 0.3003 0.2702 0.2432 0.2189 0.1970
12. SUMATERA UTARA 0.1629 0.1711 0.1796 0.1886 0.1981
13. SUMATERA BARAT 0.2707 0.2518 0.2342 0.2178 0.2025
14. RIAU 0.3350 0.3015 0.2714 0.2442 0.2198
15. JAMBI 0.2208 0.2053 0.1910 0.1776 0.1652
16. SUMATERA SELATAN 0.2082 0.1936 0.1800 0.1674 0.1557
17. BENGKULU 0.3116 0.2804 0.2524 0.2272 0.2044
18. LAMPUNG 0.3862 0.3476 0.3128 0.2815 0.2534
19. KEPULAUAN BANGKA BELITUNG 0.2082 0.1936 0.1800 0.1674 0.1557
31. DKI JAKARTA 0.0083 0.0088 0.0092 0.0097 0.0101
32. JAWA BARAT 0.3709 0.3338 0.3004 0.2704 0.2433
33. JAWA TENGAH 0.3472 0.3125 0.2812 0.2531 0.2278
34. D I YOGYAKARTA 0.2874 0.2673 0.2485 0.2311 0.2150
35. JAWA TIMUR 0.3410 0.3069 0.2762 0.2486 0.2237
36. BANTEN 0.3709 0.3338 0.3004 0.2704 0.2433
51. B A L I 0.3410 0.3069 0.2762 0.2486 0.2237
52. NUSA TENGGARA BARAT 0.3410 0.3069 0.2762 0.2486 0.2237
53. NUSA TENGGARA TIMUR 0.2108 0.1960 0.1823 0.1695 0.1577
61. KALIMANTAN BARAT 0.1704 0.1789 0.1878 0.1972 0.2071
62. KALIMANTAN TENGAH 0.3762 0.3386 0.3047 0.2743 0.2468
63. KALIMANTAN SELATAN 0.2473 0.2300 0.2139 0.1989 0.1850
64. KALIMANTAN TIMUR 0.2109 0.1961 0.1824 0.1696 0.1578
71. SULAWESI UTARA 0.3100 0.2790 0.2511 0.2260 0.2034
72. SULAWESI TENGAH 0.1171 0.1230 0.1291 0.1356 0.1423
73. SULAWESI SELATAN 0.1428 0.1499 0.1574 0.1653 0.1735
74. SULAWESI TENGGARA 0.1557 0.1635 0.1716 0.1802 0.1892
75. GORONTALO 0.3100 0.2790 0.2511 0.2260 0.2034
81. M A L U K U 0.0420 0.0441 0.0463 0.0486 0.0510
82. MALUKU UTARA 0.0420 0.0441 0.0463 0.0486 0.0510
94. PAPUA 0.0420 0.0441 0.0463 0.0486 0.0510




 
Selanjutnya >
 
Top! Top!